    {
      "eprintid": 11116,
      "subjects": [
        17,
        "ef"
      ],
      "dir": "disk0\/00\/01\/11\/16",
      "creators": [
        {
          "NPM": 10120061,
          "name": {
            "honourific": null,
            "lineage": null,
            "given": "Rora",
            "family": "Vianita"
          }
        },
        {
          "NPM": "NIDN0414106202",
          "name": {
            "honourific": null,
            "lineage": null,
            "given": "Farahdinny",
            "family": "Siswajanthy"
          }
        },
        {
          "NPM": "NIDN0403027403",
          "name": {
            "honourific": null,
            "lineage": null,
            "given": "Yenny",
            "family": "Febrianty"
          }
        }
      ],
      "metadata_visibility": "show",
      "department": "KODEPRODI74201#ILMU HUKUM",
      "divisions": [
        "sch_art"
      ],
      "contributors": [
        {
          "name": {
            "honourific": null,
            "lineage": null,
            "given": "Farahdinnny",
            "family": "Siswajanthy"
          },
          "NIDN": "NIDN0414106202",
          "type": "http:\/\/www.loc.gov\/loc.terms\/relators\/THS"
        },
        {
          "name": {
            "honourific": null,
            "lineage": null,
            "given": "Yenny",
            "family": "Febrianty"
          },
          "NIDN": "NIDN0403027403",
          "type": "http:\/\/www.loc.gov\/loc.terms\/relators\/THS"
        }
      ],
      "rev_number": 7,
      "thesis_type": "Skripsi",
      "date": 2026,
      "ispublished": "pub",
      "full_text_status": "none",
      "abstract": "Perkawinan merupakan suatu ikatan lahir dan batin antara seorang pria dan seorang wanita yang bertujuan untuk membentuk keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Namun, dalam praktiknya tidak semua perkawinan dapat dipertahankan, sehingga perceraian menjadi jalan terakhir yang ditempuh oleh pasangan suami istri. Perceraian menimbulkan berbagai akibat hukum, salah satunya berkaitan dengan penetapan hak asuh anak. Pada umumnya, hak asuh anak seringkali diberikan kepada ibu, terutama bagi anak yang belum mencapai usia dewasa. Akan tetapi, dalam beberapa perkara, pengadilan menetapkan hak asuh anak kepada ayah dengan pertimbangan tertentu, termasuk adanya hubungan biologis dan kemampuan pengasuhan yang dimiliki oleh ayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hakim dalam menetapkan hak asuh anak kepada ayah berdasarkan hubungan biologis, serta menilai kesesuaiannya dengan prinsip kepentingan terbaik bagi anak (the best interest of the child). Selain itu, penelitian ini juga mengkaji implikasi hukum terhadap anak yang telah berusia di atas 12 tahun dan secara tegas menolak untuk diasuh oleh ayahnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan kasus, khususnya terhadap Putusan Nomor XX\/Pdt.G\/2022\/PN UNR. Data yang digunakan diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang- undangan, doktrin hukum, dan putusan pengadilan yang relevan, kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertimbangan hakim dalam menetapkan hak asuh anak kepada ayah tidak hanya didasarkan pada hubungan biologis semata, tetapi juga mempertimbangkan kemampuan ayah dalam memberikan pengasuhan, pemenuhan kebutuhan fisik dan psikis anak, stabilitas lingkungan, serta kepentingan terbaik bagi anak. Penetapan hak asuh kepada ayah dapat dibenarkan secara hukum apabila terbukti lebih menjamin kesejahteraan dan perlindungan hak-hak anak. Selain itu, penolakan anak yang telah berusia di atas 12 tahun untuk diasuh oleh ayah memiliki implikasi hukum yang penting, karena pendapat anak patut dipertimbangkan sebagai bagian dari perlindungan hak anak, meskipun tidak bersifat mutlak. Dengan demikian, penetapan hak asuh anak harus dilakukan secara cermat, adil, dan berorientasi pada kepentingan terbaik anak sebagai prioritas utama.",
      "thesis_name": "Sarjana",
      "type": "thesis",
      "status_changed": "2026-07-30 02:02:05",
      "uri": "http:\/\/eprints.unpak.ac.id\/id\/eprint\/11116",
      "lastmod": "2026-07-30 02:02:05",
      "datestamp": "2026-07-30 02:02:05",
      "userid": 44,
      "title": "Analisis Penetapan Hak Asuh Anak Kepada Ayah Berdasarkan Hubungan Biologis (Studi Kasus Putusan Nomor XX\/Pdt.D\/2022\/PN UNR)",
      "institution": "Universitas Pakuan",
      "corp_creators": [
        "Universitas Pakuan",
        "KODEPRODI74201#ILMU HUKUM"
      ],
      "date_type": "published",
      "eprint_status": "archive"
    }