<mets:mets OBJID="eprint_11116" LABEL="Eprints Item" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/METS/ http://www.loc.gov/standards/mets/mets.xsd http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mets="http://www.loc.gov/METS/" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mets:metsHdr CREATEDATE="2026-09-05T00:44:57Z"><mets:agent ROLE="CUSTODIAN" TYPE="ORGANIZATION"><mets:name>Repository Universitas Pakuan</mets:name></mets:agent></mets:metsHdr><mets:dmdSec ID="DMD_eprint_11116_mods"><mets:mdWrap MDTYPE="MODS"><mets:xmlData><mods:titleInfo><mods:title>Analisis Penetapan Hak Asuh Anak Kepada Ayah Berdasarkan Hubungan Biologis (Studi Kasus Putusan Nomor XX/Pdt.D/2022/PN UNR)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Rora</mods:namePart><mods:namePart type="family">Vianita</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Farahdinny</mods:namePart><mods:namePart type="family">Siswajanthy</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Yenny</mods:namePart><mods:namePart type="family">Febrianty</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Perkawinan merupakan suatu ikatan lahir dan batin antara seorang pria dan seorang wanita yang bertujuan untuk membentuk keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Namun, dalam praktiknya tidak semua perkawinan dapat dipertahankan, sehingga perceraian menjadi jalan terakhir yang ditempuh oleh pasangan suami istri. Perceraian menimbulkan berbagai akibat hukum, salah satunya berkaitan dengan penetapan hak asuh anak. Pada umumnya, hak asuh anak seringkali diberikan kepada ibu, terutama bagi anak yang belum mencapai usia dewasa. Akan tetapi, dalam beberapa perkara, pengadilan menetapkan hak asuh anak kepada ayah dengan pertimbangan tertentu, termasuk adanya hubungan biologis dan kemampuan pengasuhan yang dimiliki oleh ayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hakim dalam menetapkan hak asuh anak kepada ayah berdasarkan hubungan biologis, serta menilai kesesuaiannya dengan prinsip kepentingan terbaik bagi anak (the best interest of the child). Selain itu, penelitian ini juga mengkaji implikasi hukum terhadap anak yang telah berusia di atas 12 tahun dan secara tegas menolak untuk diasuh oleh ayahnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan kasus, khususnya terhadap Putusan Nomor XX/Pdt.G/2022/PN UNR. Data yang digunakan diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang- undangan, doktrin hukum, dan putusan pengadilan yang relevan, kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertimbangan hakim dalam menetapkan hak asuh anak kepada ayah tidak hanya didasarkan pada hubungan biologis semata, tetapi juga mempertimbangkan kemampuan ayah dalam memberikan pengasuhan, pemenuhan kebutuhan fisik dan psikis anak, stabilitas lingkungan, serta kepentingan terbaik bagi anak. Penetapan hak asuh kepada ayah dapat dibenarkan secara hukum apabila terbukti lebih menjamin kesejahteraan dan perlindungan hak-hak anak. Selain itu, penolakan anak yang telah berusia di atas 12 tahun untuk diasuh oleh ayah memiliki implikasi hukum yang penting, karena pendapat anak patut dipertimbangkan sebagai bagian dari perlindungan hak anak, meskipun tidak bersifat mutlak. Dengan demikian, penetapan hak asuh anak harus dilakukan secara cermat, adil, dan berorientasi pada kepentingan terbaik anak sebagai prioritas utama.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Anak</mods:classification><mods:classification authority="lcc">Hak Asuh</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Pakuan;KODEPRODI74201#ILMU HUKUM</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mets:xmlData></mets:mdWrap></mets:dmdSec><mets:amdSec ID="TMD_eprint_11116"><mets:rightsMD ID="rights_eprint_11116_mods"><mets:mdWrap MDTYPE="MODS"><mets:xmlData><mods:useAndReproduction>
<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"><strong>For work being deposited by its own author:</strong> 
In self-archiving this collection of files and associated bibliographic 
metadata, I grant Repository Universitas Pakuan the right to store 
them and to make them permanently available publicly for free on-line. 
I declare that this material is my own intellectual property and I 
understand that Repository Universitas Pakuan does not assume any 
responsibility if there is any breach of copyright in distributing these 
files or metadata. (All authors are urged to prominently assert their 
copyright on the title page of their work.)</p>

<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"><strong>For work being deposited by someone other than its 
author:</strong> I hereby declare that the collection of files and 
associated bibliographic metadata that I am archiving at 
Repository Universitas Pakuan) is in the public domain. If this is 
not the case, I accept full responsibility for any breach of copyright 
that distributing these files or metadata may entail.</p>

<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">Clicking on the deposit button indicates your agreement to these 
terms.</p>
    </mods:useAndReproduction></mets:xmlData></mets:mdWrap></mets:rightsMD></mets:amdSec><mets:fileSec></mets:fileSec><mets:structMap><mets:div DMDID="DMD_eprint_11116_mods" ADMID="TMD_eprint_11116"></mets:div></mets:structMap></mets:mets>