%0 Thesis %9 Skripsi %A Clara Anaztasia Simanjutak, Angelica %A Darmawan, Iwan %A Perdana, Angga %A Universitas Pakuan, %A KODEPRODI74201#ILMU HUKUM, %B KODEPRODI74201#ILMU HUKUM %D 2026 %F eprintsunpak:11157 %I Universitas Pakuan %T Analisis Penerapan Dakwaan Subsidair Terhadap Pelaku Tindak Pidana Pelanggaran Privasi Yang Memuat Unsur Pornografi Dalam Rekaman CCTV (Studi Kasus Putusan Perkara Nomor 136/Pid.Sus/2025/PN BGR) %U http://eprints.unpak.ac.id/11157/ %X Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana penerapan dakwaan subsidair terhadap pelaku tindak pidana pelanggaran privasi yang memuat unsur pornografi dalam rekaman CCTV serta kendala dan upaya yang dilakukan dilakukan dalam penyelesaiannya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif yang didukung oleh penelitian empiris dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, literatur hukum, putusan pengadilan, serta wawancara dengan aparat penegak hukum dan pihak terkait. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan dakwaan subsidair dalam Putusan Nomor 136/Pid.Sus/2025/PN- BGR telah sesuai dengan ketentuan hukum acara pidana. Penuntut umum menyusun dakwaan secara berlapis dari ancaman pidana yang paling berat hingga yang lebih ringan. Dalam perkara tersebut, dakwaan primair tidak dapat dibuktikan secara sah dan meyakinkan, sehingga majelis hakim menjatuhkan putusan berdasarkan dakwaan subsidair yang terbukti sesuai fakta persidangan. Modus operandi tindak pidana dilakukan melalui penggunaan rekaman CCTV secara melawan hukum yang mengakibatkan pelanggaran hak privasi korban dan memenuhi unsur tindak pidana pornografi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Adapun kendala yang dihadapi dalam penyelesaian perkara meliputi kesulitan memperoleh dan membuktikan alat bukti elektronik, keterlambatan terungkapnya tindak pidana, kompleksitas pembuktian unsur pelanggaran privasi dan pornografi, serta kesulitan menghadirkan keterangan korban dan saksi. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut antara lain melalui pemanfaatan forensik digital, peningkatan koordinasi antar aparat penegak hukum, penyusunan dakwaan secara cermat dan sistematis, serta penguatan perlindungan terhadap korban. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa dakwaan subsidair memiliki peran penting dalam menjamin efektivitas penegakan hukum terhadap tindak pidana pelanggaran privasi yang memuat unsur pornografi dalam rekaman CCTV. Penggunaan dakwaan subsidair memberikan alternatif pembuktian sehingga pelaku tetap dapat dimintai pertanggungjawa ban pidana sesuai dengan fakta hukum yang terungkap di persidangan, sekaligus mewujudkan kepastian hukum, keadilan, dan kemanfaatan hukum bagi masyarakat.