eprintid: 11159 rev_number: 9 eprint_status: archive userid: 44 dir: disk0/00/01/11/59 datestamp: 2026-08-14 02:03:10 lastmod: 2026-08-14 02:03:10 status_changed: 2026-08-14 02:03:10 type: thesis metadata_visibility: show creators_name: Shaila Syafa, Tazkia creators_name: Wuisang, Ari creators_name: Satya Nugraha, Roby creators_NPM: 010123701 creators_NPM: NIDN0408017802 creators_NPM: NIDN0428099701 contributors_type: http://www.loc.gov/loc.terms/relators/THS contributors_type: http://www.loc.gov/loc.terms/relators/THS contributors_name: Wuisang, Ari contributors_name: Satya Nugraha, Roby contributors_NIDN: NIDN0408017802 contributors_NIDN: NIDN0428099701 corp_creators: Universitas Pakuan corp_creators: KODEPRODI74201#ILMU HUKUM title: Tinjauan Yuridis Konvensi Apostille 1961 (Convention Abolishing Requirement Of Legalization For Foreign Public Documents) Terhadap Dokumen Ijazah Dan Proses Legalitas Pekerja Migran Indonesia ispublished: pub subjects: Ijazah subjects: KonvensiApostille subjects: PekerjaMigran divisions: sch_art full_text_status: none abstract: Konvensi Apostille 1961 merupakan instrumen hukum internasional yang dibentuk untuk menyederhanakan proses legalisasi dokumen publik lintas negara. Dalam konteks Pekerja Migran Indonesia, keberadaan konvensi ini memiliki peran penting terhadap pengesahan ijazah sebagai salah satu dokumen utama yang digunakan untuk memenuhi persyaratan kerja di luar negeri. Sebelum diberlakukannya apostille, legalisasi dokumen dilakukan melalui tahapan yang panjang dan melibatkan banyak instansi, sehingga cenderung tidak efisien. Setelah Indonesia meratifikasi Konvensi Apostille 1961, pengesahan dokumen publik dapat dilakukan melalui sertifikat apostille sebagai bentuk pengakuan yang lebih sederhana dan terstandarisasi. Penerapan apostille memberikan kemudahan dalam proses pengakuan dokumen pendidikan, mempercepat pelayanan administrasi, serta memperkuat kepastian hukum bagi Pekerja Migran Indonesia. Meskipun demikian, implementasinya masih menghadapi sejumlah hambatan, seperti keterbatasan pemahaman masyarakat, belum optimalnya integrasi data spesimen tanda tangan pejabat, kendala digitalisasi layanan, dan belum meratanya pengakuan dari seluruh negara tujuan kerja. Oleh karena itu, diperlukan penguatan koordinasi antar lembaga, peningkatan sosialisasi, dan optimalisasi layanan apostille berbasis digital agar manfaat konvensi ini dapat dirasakan secara lebih efektif date: 2026 date_type: published institution: Universitas Pakuan department: KODEPRODI74201#ILMU HUKUM thesis_type: Skripsi thesis_name: Sarjana citation: Shaila Syafa, Tazkia and Wuisang, Ari and Satya Nugraha, Roby (2026) Tinjauan Yuridis Konvensi Apostille 1961 (Convention Abolishing Requirement Of Legalization For Foreign Public Documents) Terhadap Dokumen Ijazah Dan Proses Legalitas Pekerja Migran Indonesia. Skripsi thesis, Universitas Pakuan.