<mets:mets OBJID="eprint_11164" LABEL="Eprints Item" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/METS/ http://www.loc.gov/standards/mets/mets.xsd http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mets="http://www.loc.gov/METS/" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mets:metsHdr CREATEDATE="2026-08-13T04:44:14Z"><mets:agent ROLE="CUSTODIAN" TYPE="ORGANIZATION"><mets:name>Repository Universitas Pakuan</mets:name></mets:agent></mets:metsHdr><mets:dmdSec ID="DMD_eprint_11164_mods"><mets:mdWrap MDTYPE="MODS"><mets:xmlData><mods:titleInfo><mods:title>Pertanggungjawaban Pidana Terhadap Pelaku Tindak Pidana Cohabitation Relationship Without Legal Marriage Dalam Perspektif Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Indonesia</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Sarah</mods:namePart><mods:namePart type="family">Widia Arsad</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Sapto</mods:namePart><mods:namePart type="family">Handoyo DP</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Nazaruddin</mods:namePart><mods:namePart type="family">Lathif</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Praktik cohabitation relationship without legal marriage atau kohabitasi merupakan fenomena sosial yang mengalami perkembangan di Indonesia dan menimbulkan berbagai persoalan hukum, sosial, serta moral. Pengaturan mengenai kohabitasi memperoleh legitimasi hukum melalui Pasal 412 Undang- Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang mengatur larangan hidup bersama sebagai suami istri di luar perkawinan yang sah. Kehadiran ketentuan tersebut memunculkan perdebatan mengenai batasan hidup bersama, kedudukan delik aduan, perlindungan terhadap perempuan dan anak, serta efektivitas penegakan hukum dalam masyarakat yang memiliki keberagaman nilai sosial dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik cohabitation relationship without legal marriage di Indonesia, pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku kohabitasi berdasarkan perspektif KUHP Nasional, serta upaya penanggulangan tindak pidana kohabitasi dalam sistem hukum Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach), dan pendekatan kasus (case approach). Bahan hukum yang digunakan terdiri atas bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik kohabitasi di Indonesia memiliki karakteristik yang beragam, mulai dari kohabitasi mahasiswa, hubungan non-marital yang berujung pada kehamilan dan penelantaran, hingga hubungan yang berakhir pada tindak pidana berat. Pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku kohabitasi berdasarkan Pasal 412 KUHP masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain ketidakjelasan batas hidup bersama sebagai suami istri, kesulitan pembuktian, keberadaan nikah siri, serta sifat delik aduan yang membatasi penegakan hukum. Penanggulangan tindak pidana kohabitasi tidak dapat bertumpu semata pada hukum pidana, melainkan memerlukan keterlibatan keluarga, masyarakat, hukum adat, dan kebijakan perlindungan terhadap perempuan serta anak sebagai pihak yang rentan terdampak. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pengaturan kohabitasi melalui Pasal 412 KUHP memerlukan pedoman yang lebih jelas guna menjamin kepastian hukum dan mencegah perbedaan penafsiran dalam praktik. Penguatan perlindungan terhadap perempuan dan anak serta sinergi antara hukum negara dan mekanisme sosial masyarakat menjadi faktor penting dalam mewujudkan penanggulangan kohabitasi yang berkeadilan dan efektif di Indonesia.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Kumpul Kebo/Kohabitasi/Samenleven</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Pakuan;KODEPRODI74201#ILMU HUKUM</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mets:xmlData></mets:mdWrap></mets:dmdSec><mets:amdSec ID="TMD_eprint_11164"><mets:rightsMD ID="rights_eprint_11164_mods"><mets:mdWrap MDTYPE="MODS"><mets:xmlData><mods:useAndReproduction>
<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"><strong>For work being deposited by its own author:</strong> 
In self-archiving this collection of files and associated bibliographic 
metadata, I grant Repository Universitas Pakuan the right to store 
them and to make them permanently available publicly for free on-line. 
I declare that this material is my own intellectual property and I 
understand that Repository Universitas Pakuan does not assume any 
responsibility if there is any breach of copyright in distributing these 
files or metadata. (All authors are urged to prominently assert their 
copyright on the title page of their work.)</p>

<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"><strong>For work being deposited by someone other than its 
author:</strong> I hereby declare that the collection of files and 
associated bibliographic metadata that I am archiving at 
Repository Universitas Pakuan) is in the public domain. If this is 
not the case, I accept full responsibility for any breach of copyright 
that distributing these files or metadata may entail.</p>

<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">Clicking on the deposit button indicates your agreement to these 
terms.</p>
    </mods:useAndReproduction></mets:xmlData></mets:mdWrap></mets:rightsMD></mets:amdSec><mets:fileSec></mets:fileSec><mets:structMap><mets:div DMDID="DMD_eprint_11164_mods" ADMID="TMD_eprint_11164"></mets:div></mets:structMap></mets:mets>