<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Peran Dan Tanggung Jawab Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bogor Dalam Pengaturan Dan Pembinaan Cabang Olahraga Selama Di Kota Bogor Berdasarkan Peraturan Daerah Nama Kota Bogor Nomor 11 Tahun 2022 Tentang Keolahragaan</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Aqshal</mods:namePart><mods:namePart type="family">Raihan Rahman</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Nuradi</mods:namePart><mods:namePart type="family">Nuradi</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Isep</mods:namePart><mods:namePart type="family">H. Insani</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini menganalisis peran dan tanggung jawab Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bogor dalam pengaturan dan pembinaan olahraga selam berdasarkan Peraturan Daerah Kota Bogor Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan, serta mengidentifikasi hambatan dan solusi Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Kota Bogor menuju Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XV Jawa Barat 2026. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif-empiris dengan pendekatan teori negara hukum, teori kewenangan, dan teori otonomi daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KONI Kota Bogor menjalankan peran pengaturan melalui implementasi kuota pembatasan usia produktif atlet (maksimal 35 tahun) dan pelatih (maksimal 45 tahun), serta legalisasi jaminan kerja bagi atlet berprestasi di lingkungan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) berdasarkan skema konversi poin. Peran pembinaan diwujudkan melalui supervisi yuridis, verifikasi limit prestasi atlet, rekomendasi kejuaraan, dan fasilitasi anggaran hibah daerah. Hambatan utama yang dihadapi POSSI Kota Bogor meliputi faktor cuaca ekstrem, tingginya risiko cedera pergelangan kaki (ankle) dan lutut akibat beban mekanis alat (monofin), kompleksitas teknis nomor Orientasi Bawah Air (OBA), serta keterbatasan dana operasional premium. Solusi strategis yang diterapkan adalah kombinasi latihan air (wet training) di Kolam Milakancana dan latihan darat (dry training), pendekatan psikologi olahraga, kewajiban pemanasan progresif, fisioterapi berkala, serta optimalisasi Pemusatan Latihan Cabang (Pelatcab) terpusat bagi 13 atlet (6 putra dan 7 putri) demi mencapai target raihan 4 medali emas pada PORPROV XV 2026.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia)</mods:classification><mods:classification authority="lcc">Perda (Peraturan Daerah)</mods:classification><mods:classification authority="lcc">Olahraga/Keolahragaan</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Pakuan;KODEPRODI74201#ILMU HUKUM</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>