eprintid: 11189 rev_number: 6 eprint_status: archive userid: 47 dir: disk0/00/01/11/89 datestamp: 2026-09-15 02:00:56 lastmod: 2026-09-15 02:00:56 status_changed: 2026-09-15 02:00:56 type: thesis metadata_visibility: show creators_name: Prana, Ahmad Rizqi Putra creators_name: Rustandi, Yuyus creators_name: Widodo, Jordy Satria creators_name: Setyowati, Agnes creators_NPM: 041122060 contributors_type: http://www.loc.gov/loc.terms/relators/THS contributors_type: http://www.loc.gov/loc.terms/relators/THS contributors_type: http://www.loc.gov/loc.terms/relators/THS contributors_type: http://www.loc.gov/loc.terms/relators/THS contributors_name: Rustandi, Yuyus contributors_name: Widodo, Jordy Satria contributors_name: Setyowati, Agnes contributors_name: Setyowati, Dyah corp_creators: Universitas Pakuan corp_creators: Fakultas Ilmu Komunikasi dan Ilmu Budaya corp_creators: Prodi Sastra Inggris title: REPRESENTASI TUBUH MONSTER PEREMPUAN DALAM FILM THE SUBSTANCE (2024) KARYA CORALIE FARGEAT ispublished: pub divisions: Pro_bsen full_text_status: public abstract: Ahmad Rizqi Putra Prana. 041122060. 2026. Representasi Tubuh Monster Perempuan dalam Film The Substance (2024) oleh Coralie Fargeat. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya, Program Studi Sastra Inggris, Universitas Pakuan Bogor. Di bawah bimbingan: Dyah Kristowati dan Jordy Satria Widodo. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bagaimana tubuh monster perempuan direpresentasikan dalam film The Substance (2024) karya Coralie Fargeat. Latar belakang penelitian ini berasal dari fenomena gendered ageism dan objektifikasi seksual dalam industri hiburan yang secara sistematis memarginalkan eksistensi tubuh perempuan paruh baya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berbasis studi pustaka guna menganalisis elemen tekstual naratif dan sinematografis film. Teknik analisis dalam penelitian ini mengacu pada teori abjeksi (abjection) Julia Kristeva sebagai kerangka teoretis utama, serta didukung oleh teori monstrous-feminine dari Barbara Creed. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tubuh perempuan yang menua dikonstruksikan sebagai ruang abjek yang dieksklusi oleh tatanan simbolik patriarki phalosentris karena dianggap mengancam batas-batas estetika industri. Penolakan ini memicu fragmentasi identitas yang berujung pada kehancuran batas tubuh yang fatal akibat internalisasi standar kecantikan. Sementara itu, monsteritas yang mewujud dalam entitas hibrida Monstro-ElisaSue berhasil menumbangkan tatapan laki-laki (male gaze) dengan memamerkan tubuh grotesque di ruang publik sebagai bentuk subversi politik. Kesimpulannya, menjadi monster merupakan satu-satunya agensi radikal yang tersisa bagi perempuan untuk membongkar kemunafikan tatanan patriarki, meskipun tindakan resistensi tersebut pada akhirnya harus dibayar dengan kehancuran eksistensial dan eliminasi biologis total oleh sistem. kata kunci: abjeksi, male gaze, monstrous-feminine, patriarki, representasi tubuh date: 2026-07-26 date_type: published pages: 68 institution: Fak department: Prodi Sastra Inggris thesis_type: Skripsi thesis_name: Sarjana official_url: Fakultas Ilmu Komunikasi dan Ilmu Budaya citation: Prana, Ahmad Rizqi Putra and Rustandi, Yuyus and Widodo, Jordy Satria and Setyowati, Agnes (2026) REPRESENTASI TUBUH MONSTER PEREMPUAN DALAM FILM THE SUBSTANCE (2024) KARYA CORALIE FARGEAT. Skripsi thesis, Fak. document_url: http://eprints.unpak.ac.id/11189/1/Ahmad%20Rizqi%20Putra%20Prana_041122060%20-%20Ahmad%20Rizqi%20Putra%20Prana_.pdf