<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Financial Feasibility Analysis of Crystal &#13;
Guava Cultivation in Bantarsari Village, Bogor.</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Mareta Gangsar</mods:namePart><mods:namePart type="family">Wilistanti</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Abel</mods:namePart><mods:namePart type="family">Gandhy</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Fitra</mods:namePart><mods:namePart type="family">Syafaat</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>MARETA GANGSAR WILISTANTI. 021122297. Financial Feasibility Analysis of Crystal &#13;
Guava Cultivation in Bantarsari Village, Bogor. Publikasi Ilmiah Prodi Manajemen &#13;
Konsentrasi Manajemen Keuangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pakuan. Di &#13;
bawah bimbingan ABEL GANDHY dan FITRA SYAFAAT Tahun 2026.&#13;
Desa Bantarsari, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, dikenal sebagai Desa &#13;
Jambu Kristal Nasional. Namun, meskipun usaha budidaya jambu kristal telah berlangsung&#13;
sejak tahun 1989, belum pernah dilakukan analisis kelayakan finansial secara sistematis. Oleh &#13;
karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kelayakan finansial budidaya jambu &#13;
kristal yang telah berjalan di Desa Bantarsari, Kabupaten Bogor.&#13;
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi &#13;
kasus pada usaha budidaya jambu kristal milik Bapak Arba dengan luas lahan 3.000m2 dan &#13;
500 pohon produktif. Pemilihan lokasi dilakukan secara purposive. Data yang digunakan&#13;
meliputi data primer yang diperoleh melalui observasi dan wawancara, serta data sekunder. &#13;
Analisis dilakukan menggunakan indikator Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return&#13;
(IRR), Payback Period (PP), Net Benefit Cost (Net B/C), serta Analisis Sensitivitas. Analisis &#13;
sensitivitas dilakukan pada dua skenario, yaitu penurunan harga jual jambu sebesar 5% dan &#13;
penurunan jumlah produksi sebesar 10% yang disertai penurunan harga jual sebesar 5%.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha budidaya jambu kristal layak secara &#13;
finansial dengan nilai NPV sebesar Rp 286.815.955, IRR sebesar 27%, Net B/C sebesar 1,63, &#13;
dan Payback Period selama 2 tahun 10 bulan 22 hari. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan &#13;
bahwa usaha tetap layak dijalankan pada kedua skenario yang diuji. Pada skenario penurunan &#13;
harga jual 5% diperoleh NPV Rp 245.935.343, IRR 24%, Net B/C 1,54, dan Payback Period &#13;
3 tahun 28 hari. Pada skenario penurunan produksi 10% dan harga jual 5% diperoleh NPV Rp &#13;
171.366.713, IRR 19%, Net B/C 1,38, dan Payback Period 3 tahun 5 bulan 26 hari. Oleh &#13;
karena itu, penelitian ini mengindikasikan bahwa usaha budidaya jambu kristal di Desa &#13;
Bantarsari layak secara finansial serta memiliki ketahanan terhadap resiko penurunan harga &#13;
jual dan penurunan produksi.&#13;
Kata Kunci: Analisis Kelayakan Finansial, Analisis Sensitivitas, Jambu Kristal.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Manajemen pemasaran</mods:classification><mods:classification authority="lcc">Manajemen</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-05-26</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Pakuan;Program Studi Manajemen</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>