<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Diagnosa Penyakit Paru-Paru Berbasis Data Magnetic &#13;
Resonance Imaging (MRI) Menggunakan Metode Convolutional Neural Network &#13;
(CNN) Transfer Learning</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Dimas</mods:namePart><mods:namePart type="family">Ramadhan</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Diagnosa Penyakit Paru-Paru Berbasis Data Magnetic &#13;
Resonance Imaging (MRI) Menggunakan Metode Convolutional Neural Network &#13;
(CNN) Transfer Learning. Dibawah bimbingan Dr. Eneng Tita Tosida, S.Tp.,&#13;
M. Si dan Dinar Munggaran A., S. Kom., M. Kom.&#13;
Diagnosa penyakit paru-paru secara akurat sangat penting dalam diagnosis dan &#13;
perawatan medis. Metode konvensional yang digunakan untuk mendiagnosis &#13;
Penyakit paru-paru sering kali memerlukan keterlibatan ahli radiologi yang &#13;
berpengalaman dan memakan waktu. Selain itu, tingkat kesalahan dalam &#13;
interpretasi citra MRI dapat mempengaruhi hasil diagnosis. Oleh karena itu, &#13;
diperlukan suatu metode yang dapat secara otomatis dan akurat mengklasifikasikan &#13;
penyakit untuk membantu proses diagnosis.&#13;
Dalam penelitian ini, penulis mengembangkan sistem Diagnosa Penyakit Paru�Paru Berbasis Data Magnetic Resonance Imaging (MRI) Menggunakan Metode &#13;
Convolutional Neural Network (CNN) Transfer Learning. Dua model CNN yang &#13;
digunakan adalah MobileNetV2 dan DenseNetV2, yang diterapkan pada citra MRI &#13;
untuk mengklasifikasikan citra MRI penyakit paru-paru. Hasil penelitian &#13;
menunjukkan bahwa kedua model, MobileNetV2 dan DenseNetV2, mampu &#13;
mengklasifikasikan tumor otak dengan akurasi yang tinggi. Meskipun kedua model &#13;
menunjukkan performa yang baik, MobileNetV2 sedikit lebih unggul dalam hal &#13;
akurasi, sementara DenseNetV2 lebih efisien dalam kecepatan dan penggunaan &#13;
sumber daya.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Ilmu Komputer</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2025-07-13</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Pakuan;Fakultas Matematika dan Pengetahuan Alam</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>