<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN JARAK TINTIR &#13;
(Jatropha multifida) TERHADAP Pseudomonas aeruginosa DAN &#13;
IDENTIFIKASI SENYAWA AKTIF DENGAN LC-MS</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Fira</mods:namePart><mods:namePart type="family">Aulia</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN JARAK TINTIR &#13;
(Jatropha multifida) TERHADAP Pseudomonas aeruginosa DAN &#13;
IDENTIFIKASI SENYAWA AKTIF DENGAN LC-MS&#13;
Fira Aulia*, Ade Heri Mulyati, Siti Warnasih&#13;
Program Studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam&#13;
Universitas Pakuan Bogor. &#13;
*Email : firaulia1552@gmail.com&#13;
ABSTRAK&#13;
Peningkatan kasus infeksi bakteri yang disertai dengan resistensi bakteri&#13;
mendorong pencarian sumber antibakteri yang lebih aman dan berpotensi menekan laju &#13;
resistensi, salah satunya melalui pemanfaatan metabolit sekunder dari tanaman. Jarak&#13;
tintir (Jatropha multifida L.) merupakan tanaman yang secara tradisional digunakan &#13;
dalam pengobatan luka serta telah dilaporkan memiliki berbagai aktivitas biologis. &#13;
Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri ekstrak daun jarak tintir &#13;
terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa, menentukan nilai MIC dari ekstrak terbaik, &#13;
serta mengidentifikasi senyawa aktif menggunakan LC-MS.&#13;
Penelitan diawali dengan determinasi tanaman Dilanjut dengan ekstraksi &#13;
menggunakan metode maserasi dengan etanol 96%, dilanjutkan dengan fraksinasi &#13;
menggunakan n-heksana, etil asetat, dan n-butanol. Uji aktivitas antibakteri dilakukan &#13;
menggunakan metode difusi cakram terhadap Pseudomonas aeruginosa dan &#13;
dilanjutkan dengan penentuan MIC. Fraksi dengan daya hambat terbaik kemudian &#13;
dianalisis senyawa aktifnya menggunakan LC-MS.&#13;
Hasil pengujian menunjukan bahwa ekstrak memiliki aktivitas antibakteri &#13;
terhadap Pseudomonas aeruginosa, dengan aktivitas tertinggi ditunjukkan oleh fraksi &#13;
butanol dengan diameter 12,53 mm dan nilai MIC 3,124 mg/mL. Hasil identifikasi &#13;
LC-MS menunjukkan bahwa ekstrak mengandung berbagai senyawa metabolit &#13;
sekunder, khususnya golongan flavonoid.&#13;
Kata Kunci : Antibakteri, Jatropha Multifida, LC-MS/MS QTOF, Pseudomonas &#13;
aeruginosa, Senyawa aktif</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Kimia</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-01-13</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Pakuan;Fakultas Matematika dan Pengetahuan Alam</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>