<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Model Identifikasi Penyakit Tanaman Jagung Berbasis &#13;
Citra Daun Menggunakan ConvNeXt dan MaxViT.</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Naufal Alwi</mods:namePart><mods:namePart type="family">Pratama</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Naufal Alwi Pratama 2026. Model Identifikasi Penyakit Tanaman Jagung Berbasis &#13;
Citra Daun Menggunakan ConvNeXt dan MaxViT. Dibawah bimbingan Dr. Arie &#13;
Qur’ania, M.Kom. dan Yusma Yanti, M.Si.&#13;
Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu komoditas pangan penting di Indonesia &#13;
yang produktivitasnya dapat menurun akibat serangan penyakit daun, sementara &#13;
proses identifikasi secara manual masih bergantung pada pengamatan visual sehingga &#13;
berpotensi menyebabkan keterlambatan penanganan. Pengembangan model &#13;
identifikasi penyakit daun jagung berbasis citra digital dilakukan dengan &#13;
membandingkan performa arsitektur ConvNeXt dan MaxViT, kemudian &#13;
mengimplementasikan model terbaik ke dalam aplikasi web Maize Vision. Metode &#13;
penelitian mengintegrasikan kerangka kerja Knowledge Discovery in Databases&#13;
(KDD) dan SDLC Waterfall. Dataset yang digunakan berjumlah 7.270 citra yang &#13;
terdiri atas 2.035 data primer dan 5.235 data sekunder, dengan lima kelas, yaitu &#13;
Common Rust, Gray Leaf Spot, Northern Leaf Blight, Pest Damage, dan Healthy. &#13;
Tahapan penelitian meliputi preprocessing, augmentasi data, pelatihan model &#13;
menggunakan pendekatan transfer learning, evaluasi menggunakan confusion matrix&#13;
dengan metrik accuracy, precision, recall, dan F1-score, serta implementasi model &#13;
terbaik ke dalam aplikasi web yang selanjutnya diuji melalui pengujian struktural, &#13;
fungsional, validasi, dan System Usability Scale (SUS). Hasil penelitian menunjukkan &#13;
bahwa ConvNeXt memberikan performa terbaik dibandingkan MaxViT. Model &#13;
ConvNeXt terbaik menggunakan optimizer AdamW dengan skenario pembagian data &#13;
90:5:5 dan memperoleh accuracy 96,98%, precision 0,97, recall 0,9695, dan F1-score&#13;
0,9697, sedangkan model MaxViT terbaik menggunakan optimizer Adam dengan &#13;
skenario 80:10:10 dan memperoleh accuracy 94,91%, precision 0,9515, recall 0,9502, &#13;
dan F1-score 0,9506. Aplikasi Maize Vision yang dibangun menggunakan Vue.js dan &#13;
FastAPI memperoleh skor System Usability Scale (SUS) sebesar 86,125, yang &#13;
termasuk kategori Acceptable, Grade Scale B, dan Adjective Rating Excellent. &#13;
Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa arsitektur ConvNeXt lebih &#13;
unggul dibandingkan MaxViT dalam mengidentifikasi penyakit daun jagung dan &#13;
berhasil diimplementasikan pada aplikasi web dengan tingkat usability yang sangat &#13;
baik.&#13;
Kata Kunci: Penyakit Daun Jagung, Deep Learning, Computer Vision, ConvNeXt, &#13;
MaxViT</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Ilmu Komputer</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-07-20</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Pakuan;Fakultas Matematika dan Pengetahuan Alam</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>