eprintid: 11240 rev_number: 6 eprint_status: archive userid: 46 dir: disk0/00/01/12/40 datestamp: 2026-10-22 02:24:21 lastmod: 2026-10-22 02:24:21 status_changed: 2026-10-22 02:24:21 type: thesis metadata_visibility: show creators_name: Pratama, Naufal Alwi creators_NPM: 0651222096 contributors_type: http://www.loc.gov/loc.terms/relators/THS contributors_type: http://www.loc.gov/loc.terms/relators/THS contributors_name: Qur'ania, Arie contributors_name: Yanti, Yusma corp_creators: Universitas Pakuan corp_creators: Fakultas Matematika dan Ilmu Pnegetahuan Alam corp_creators: Program Studi Ilmu Komputer title: Model Identifikasi Penyakit Tanaman Jagung Berbasis Citra Daun Menggunakan ConvNeXt dan MaxViT. ispublished: pub subjects: QK divisions: sch_ecs full_text_status: none abstract: Naufal Alwi Pratama 2026. Model Identifikasi Penyakit Tanaman Jagung Berbasis Citra Daun Menggunakan ConvNeXt dan MaxViT. Dibawah bimbingan Dr. Arie Qur’ania, M.Kom. dan Yusma Yanti, M.Si. Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu komoditas pangan penting di Indonesia yang produktivitasnya dapat menurun akibat serangan penyakit daun, sementara proses identifikasi secara manual masih bergantung pada pengamatan visual sehingga berpotensi menyebabkan keterlambatan penanganan. Pengembangan model identifikasi penyakit daun jagung berbasis citra digital dilakukan dengan membandingkan performa arsitektur ConvNeXt dan MaxViT, kemudian mengimplementasikan model terbaik ke dalam aplikasi web Maize Vision. Metode penelitian mengintegrasikan kerangka kerja Knowledge Discovery in Databases (KDD) dan SDLC Waterfall. Dataset yang digunakan berjumlah 7.270 citra yang terdiri atas 2.035 data primer dan 5.235 data sekunder, dengan lima kelas, yaitu Common Rust, Gray Leaf Spot, Northern Leaf Blight, Pest Damage, dan Healthy. Tahapan penelitian meliputi preprocessing, augmentasi data, pelatihan model menggunakan pendekatan transfer learning, evaluasi menggunakan confusion matrix dengan metrik accuracy, precision, recall, dan F1-score, serta implementasi model terbaik ke dalam aplikasi web yang selanjutnya diuji melalui pengujian struktural, fungsional, validasi, dan System Usability Scale (SUS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ConvNeXt memberikan performa terbaik dibandingkan MaxViT. Model ConvNeXt terbaik menggunakan optimizer AdamW dengan skenario pembagian data 90:5:5 dan memperoleh accuracy 96,98%, precision 0,97, recall 0,9695, dan F1-score 0,9697, sedangkan model MaxViT terbaik menggunakan optimizer Adam dengan skenario 80:10:10 dan memperoleh accuracy 94,91%, precision 0,9515, recall 0,9502, dan F1-score 0,9506. Aplikasi Maize Vision yang dibangun menggunakan Vue.js dan FastAPI memperoleh skor System Usability Scale (SUS) sebesar 86,125, yang termasuk kategori Acceptable, Grade Scale B, dan Adjective Rating Excellent. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa arsitektur ConvNeXt lebih unggul dibandingkan MaxViT dalam mengidentifikasi penyakit daun jagung dan berhasil diimplementasikan pada aplikasi web dengan tingkat usability yang sangat baik. Kata Kunci: Penyakit Daun Jagung, Deep Learning, Computer Vision, ConvNeXt, MaxViT date: 2026-07-20 date_type: published institution: Universitas Pakuan department: Fakultas Matematika dan Pengetahuan Alam thesis_type: Skripsi thesis_name: Sarjana citation: Pratama, Naufal Alwi (2026) Model Identifikasi Penyakit Tanaman Jagung Berbasis Citra Daun Menggunakan ConvNeXt dan MaxViT. Skripsi thesis, Universitas Pakuan.