Analisis Yuridis Pembatalan Akta Hibah Karena Terbukti Melakukan Perbuatan Melawan Hukum (Studi Kasus Putusan Nomor 85/Pdt.G/2021/PN.Bdg)

Kamilah, Kamilah and Febrianty, Yenny and Suhermanto, Suhermanto (2025) Analisis Yuridis Pembatalan Akta Hibah Karena Terbukti Melakukan Perbuatan Melawan Hukum (Studi Kasus Putusan Nomor 85/Pdt.G/2021/PN.Bdg). Skripsi thesis, Universitas Pakuan.

Full text not available from this repository.

Abstract

Hibah adalah suatu perjanjian dengan mana penghibah semasa hidupnya, dengan cuma-cuma, tidak dapat ditarik kembali menyerahkan sesuatu benda untuk keperluan penerima hibah yang menerima penyerahan itu. Pembuatan akta hibah harus memenuhi syarat-syarat sah perjanjian seperti yang tercantum dalam Pasal 1320 KUHPerdata yaitu adanya kesepakatan, kecakapan, objek yang jelas dan sebab yang halal. Pasal 1688 KUHPerdata menyatakan bahwa hibah dapat dimungkinkan untuk ditarik kembali dan dihapuskan oleh penghibah, apabila syarat-syarat tidak dipenuhi, sedangkan penghibahan telah dilakukan. Pembatalan hibah juga dapat terjadi karena adanya perbuatan melawan hukum. Jika penerima hibah melakukan perbuatan melawan hukum, maka dapat menjadi faktor dibatalkannya hibah tersebut. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pertimbangan hakim serta akibat hukum terhadap pembatalan akta hibah yang telah dilakukan. Teori yang digunakan yaitu teori perbuatan melawan hukum dan teori kausalitas. Metode penelitian yang digunakan dalam penyusunan penulisan hukum ini adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan studi kasus atau penelitian kepustakaan yang bersifat deskriptif analitis. Hakim menimbang aspek-aspek hukum perdata untuk membatalkan akta hibah, dengan fokus pada cacat kehendak dalam perjanjian, formalitas hibah, keabsahan hibah serta menganalisis berdasarkan unsur-unsur perbuatan melawan hukum. Kesimpulan dari hasil penelitian ini yaitu akibat hukum dari pembatalan akta hibah tersebut berupa pengembalian keadaan semula dari harta hibah menjadi harta waris dan kewajiban restitusi dengan mengembalikan harta hibah yang telah diberikan kepada pemberi hibah. Dengan demikian, dalam menilai ada tidaknya perbuatan melawan hukum, hakim harus mengkaji apakah akta hibah dibuat atas dasar manipulasi kehendak, kondisi ketidakmampuan psikis pemberi hibah, atau adanya tekanan dari penerima hibah.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: Fakultas Hukum > Hukum Perdata > Akta
Fakultas Hukum > Hukum > Perbuatan Melawan Hukum
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: PERPUSTAKAAN FAKULTAS HUKUM UNPAK
Date Deposited: 13 Mar 2026 02:04
Last Modified: 13 Mar 2026 02:04
URI: http://eprints.unpak.ac.id/id/eprint/10598

Actions (login required)

View Item View Item